Berpulang
Dibelenggu bisu, seolah sendiri menantang waktu. Melihat seolah semuanya terlalu jauh, dan dipenghujung sana berdiri dan luruh, pada siapa dirinya bersandar? tempat indah tapi sendirian menatap jauh keramaian yang tidak lagi bisa tergenggam.
Seseorang berpulang hari ini, mendadak, hanya sekadar kenalan, namun seorang anak perempuannya sering bertanya beberapa hal denga ciri khas senyumannya, namun itu kemarin, hari ini aku terpaku melihat teman kecilku itu bajunya basah dengan air mata, rambutnya yang diikat dua sedikit berantakan, mulutnya sesekali menyebut "ibu.. ibu..". Aku tersenyum kecil padanya, kemudian memalingkan wajah, mataku berkaca kaca, yang lain menatap iba padanya, dan aku masih termenung, sedikit menarik diri keluar dari suasana disana. Terhitung masih tanggal satu, awal tahun yang cukup menyesakkan baginya, dan bagiku karena entah... katanya hal seperti ini empati, tapi cukup terasa sesak dan sedikit pusing. Tangisan pertama 2026.
Sebuah opini "Kita bukan kehilangan, ucapkan terimakasih karena telah dipinjamkan Tuhan" satu opini yang jika sedang dialami akan terasa berat, saat membacanya ada sedikit rasa rasional, dan faktanya masih berat mengakui bahwa itu memang benar, dari mana rasa ikhlas dan tegar bisa datang ya? bahkan rasanya dunia berhenti berputar saat itu juga. Hari ini menyadarinya dikemudian hari terbesit menyalahkannya, ego seorang manusia.
Mengapa manusia ditakdirkan sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan?
Mengapa manusia harus merasakan kehilangan?
Mereka akan saling berkegantungan, datang dan pergi padahal manusia berhati kan? tapi tidak terbayang jika manusia diciptakan sebagai individu, mungkin minim rasa kehilangan, dan akan sekacau apa dunia.
Siapa yang ber Tuhan, pasti tahu caranya bertahan.
Mencari alasan mengapa Tuhan menitipkan nyawa, meredam ego, rasionalkan realita, dan tenang kamu dipilih untuk melewati jalan ini, sepanjang se-berkelok ataupun segelap apapun langkah yang kamu telusuri, secercah cahaya menunggu dipenghujung sana, melambai, menyambut, memeluk dan saat itu waktunya pulang.
Tidak ada langkah yang percuma maupun sia-sia, menginjak dihari pertama ini jika menoleh kebelakang adalah hal keren yang tidak terbayang sudah dilewati, sudut pandang seseorang tidak dapat dibeli untuk ketenangan ya, bisa melalui segala ujian-Nya dengan tidak selalu disertai dengan iklash dan tenang, tapi selalu mengusahakan walaupun terkesan melangkah pelan, ngga apa apa, kita manusia.
Kamis, 1 Januari 2026
Palabuhanratu, Sukabumi

Komentar
Posting Komentar