Postingan

Berpulang

Gambar
Dibelenggu bisu, seolah sendiri menantang  waktu. Melihat seolah semuanya terlalu jauh, dan dipenghujung sana berdiri dan luruh, pada siapa dirinya bersandar? tempat indah tapi sendirian menatap jauh keramaian yang tidak lagi bisa tergenggam.      Seseorang berpulang hari ini, mendadak, hanya sekadar kenalan, namun seorang anak perempuannya sering bertanya beberapa hal denga ciri khas senyumannya, namun itu kemarin, hari ini aku terpaku melihat teman kecilku itu bajunya basah dengan air mata, rambutnya yang diikat dua sedikit berantakan, mulutnya sesekali menyebut "ibu.. ibu..". Aku tersenyum kecil padanya, kemudian memalingkan   wajah, mataku berkaca kaca, yang lain menatap iba padanya, dan aku masih termenung, sedikit menarik diri keluar dari suasana disana. Terhitung masih tanggal satu,  awal tahun yang cukup menyesakkan baginya, dan bagiku karena entah... katanya hal seperti ini empati, tapi cukup terasa sesak dan sedikit pusing. Tangisan...

Satu Tahun

Menerka apakah aku bisa menerima semuanya apa adanya, dan di sisi lain aku banyak berandai andai, " seandainya-seandainya " , bagaimana jika seperti itu, seperti ini, dan seperti lainnya, dan faktanya tetap pada jalannya, manusia tidak bisa dirubah oleh manusia lain selain atas kehendaknya sendiri yang datang tulus dari hatinya, maka gelaplah "seandainya-seandainya" itu. Kelabu, aku tidak bisa menerima seutuhnya, dan tentu belum bisa melepaskan satu rasa itu untuk aku lepas dari genggamanku yang sebenarnya sudah mulai merenggang, maka perlahan dibantu oleh keregangan dan keegoisan dan dalam satu hentakan, aku melepaskannya. Tertanam tidak ada penyesalan untuk berakhir dan atas semua yang lalu, waktu itu yang datang hanyalah penyesuaian, membekas namun tidak untuk terulang, sayangnya "seandainya-seandainya" itu masih sering datang, menghantui, tak jarang berada diujung tanduk untuk kembali, namun satu bisikan meredamnya walaupun terkadang. Secercah jalan ak...